Setelah mengikuti acara evaluasi, yup banyak para peserta menanyakan tentang investasi... Ehm... yua dari pada kalian mua ribet deh mikirin investasi, mendingan baca dulu deh.... Artikel yang Q buat ini... Ehm tp sebelumnya mohon maaf yua... Kalau ada yang kurang bener Coz ini ilmu yang saya dapat dari berbagai macam sumber yuah ntah itu dari master inVestasi yua sebut Saja seperti James Geww. Kalian kenal ngak..??? Yua bagi yang kenal dan tahu yua Syukur! Tp kalo bagi yang tidak tahu Belajar lagi deh... He.... maaf yua nulis Cuma sekadarnya.
Apakah anda memiliki uang lebih daripada yang anda butuhkan setiap harinya?
Sebagian orang menyimpan kelebihan dana mereka di bank, untuk membeli rumah atau mobil, atau membayar uang sekolah anak mereka. Uang yang disimpan di bank menghasilkan pendapatan yang berasal dari bunga bank. Misalnya, jika bunga bank 10% pertahun, maka pendapatan bunga yang diterima oleh nasabah dari tabungan sebesar Rp.1.000.000 adalah Rp. 100.000. Tingkat suku bunga bank berubah dari waktu ke waktu.
Sebagian orang memilih untuk menghabiskan saja kelebihan uang mereka.
Atau, jika anda memiliki uang lebih besar daripada yang anda butuhkan untuk biaya hidup, anda bisa memilih untuk berinvestasi. Hal ini berarti anda membeli aset dan diharapkan dari aset tersebut akan menghasilkan pendapatan, dan ketika anda menjualnya, anda mengharapkan akan adanya keuntungan. (Jika anda menerima keuntungan, keuntungan tersebut disebut Capital Gain)
RISIKO INVESTASI
Investasi apapun bisa dipastikan mengandung risiko. Sangat mungkin kita tidak mendapatkan pendapatan apapun. Juga sangat mungkin bahwa kita akan rugi saat kita menjual investasi (kerugian tersebut disebut Capital Loss). Anda harus menghitung berapa banyak kerugian yang siap anda tanggung, seandainya investasi tersebut tidak bisa menghasilkan pendapatan dan capital gain seperti yang anda harap
Sebagian orang memiliki pengalaman mendapatkan keuntungan besar dari berinvestasi dalam jangka pendek. Orang-orang tersebut sengaja mengambil risiko besar, dengan kemungkinan untuk mendapatkan kerugian yang besar pula, atau terkadang mereka hanya beruntung saja. Bagi kebanyakan orang, sebuah kesempatan untuk berinvestasi harus dikaji secara hati-hati, karena sekali keputusan tersebut dibuat, investasi tersebut harus dimonitor dan dikelola secara seksama.
Kenapa anda tidak menyimpan dana anda di bank saja? Pada umumnya bank adalah tempat yang aman untuk menyimpan uang. Tetapi anda harus ingat bahwa saat tingkat inflasi lebih besar daripada tingkat suku bunga bank, uang yang disimpan di bank akan berkurang nilainya dari waktu ke waktu. Artinya, pada akhir bulan anda hanya dapat membeli lebih sedikit barang dibanding pada awal bulan dengan jumlah uang yang
Inflasi dapat diartikan dengan kenaikan harga-harga barang. Tingkat suku bunga sering dibahas di koran. Anda bisa mendapatkan informasi tentang tingkat suku bunga dari bank anda, dan membandingkan antara tingkat suku bunga dengan tingkat inflasi.
Ada beberapa macam rekening di bank. Pada rekening deposito tingkat suku bunganya bisa berubah dari waktu ke waktu (variable rate). Jika anda menggunakan time deposit, anda menaruh uang di bank untuk waktu yang lebih lama, periode yang tetap. Dan biasanya pihak bank akan membayar fixed rate yang lebih tinggi.
ADA BERAPA TIPE ASET YANG BISA DIJADIKAN INVESTASI?
Investasi Langsung Pada Aset Fisik: Investor Mengelola Sendiri Asetnya
Jika anda memiliki cukup uang, anda bisa membeli properti seperti misalnya rumah atau toko, mencari penyewa, menerima pendapatan sewa secara teratur, dan menjual properti tersebut di kemudian hari. Jika anda membeli properti di lokasi yang strategis, penyewa akan banyak yang tertarik untuk menyewa properti anda dan pendapatan sewa anda otomatis akan naik. Pada umumnya nilai properti akan semakin meningkat seiring dengan waktu, jadi ketika anda menjualnya anda bisa berharap akan menerima keuntungan. Sebagian orang menganggap dengan berinvestasi di properti maka risiko investasinya rendah.
Atau anda bisa membeli kendaraan dan menyewakannya ke pihak lain. Anda akan mendapatkan uang sewa yang setara dengan biaya pemeliharaan dan keuntungan yang anda inginkan. Tentu anda harus membayar asuransi dan biaya perbaikan. Untuk kendaraan, jumlah yang anda terima saat anda menjualnya akan lebih rendah dibanding saat anda membelinya: kendaraan bekas nilainya lebih rendah daripada kendaraan baru.
Akan tetapi, aset-aset tersebut memiliki beberapa kelemahan. Aset-aset tersebut memerlukan dana dalam jumlah besar (capital dalam jumlah besar). Kebanyakan orang tidak memiliki uang dalam jumlah yang besar. Dan sebagian orang juga tidak memiliki waktu atau kemampuan untuk mengelola aset secara baik.
BERINVESTASI DI PASAR KEUANGAN
Masyarakat dengan dana terbatas bisa memilih untuk berinvestasi di saham atau obligasi. Sebelum anda memutuskan untuk berinvestasi di aset tersebut, sebaiknya anda membaca prospektus.
INVESTASI LANGSUNG PADA SAHAM: INVESTOR MEMUTUSKAN SAHAM MANA YANG AKAN DIBELI
· Perusahaan Yang Mengelola Aset Fisiknya
Perusahaan menerbitkan saham dan obligasi untuk memperoleh dana bagi kelangsungan bisnisnya. Investor Perusahaan berada dalam lingkup yang lebih besar bila dibandingkan Investor perseorangan, tapi mereka menjalankan fungsi yang sama. Mereka membeli dan mengelola aset untuk meraih keuntungan/profit (penerimaan setelah dikurangi semua biaya).
Saat investor membeli saham suatu perusahaan, investor tersebut dapat menerima pembagian keuntungan dari perusahaan tersebut. Pembagian keuntungan kepada pemegang saham atau shareholder disebut dividen. Namun pembayaran dividen tidak diwajibkan. Manajemen perusahaan bisa memutuskan untuk menggunakan keuntungan tersebut untuk membeli aset lagi atau untuk pemasaran, sehingga perusahaan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meraih keuntungan yang lebih banyak lagi di masa depan. Atau manajemen perusahaan memilih untuk menggunakan keuntungan tersebut untuk membayar hutang perusahaan. Atau malah tidak ada untung sama sekali, jika biaya lebih besar daripada pendapatan.
Kemungkinan bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan tergantung pada kemampuan manager perusahaan dalam menjalankan bisnis. Saat memutuskan untuk berinvestasi di saham, investor membuat penilaian tentang perusahaan, manajemennya, dan jenis industrinya, seperti misalnya pertambangan atau transportasi. Investor harus memahami tentang bisnis perusahaan, dan yakin bahwa perusahaan tersebut dijalankan secara baik dan memiliki prospek untuk berkembang.
INVESTASI LANGSUNG DI OBLIGASI: INVESTOR MEMUTUSKAN OBLIGASI MANA YANG AKAN DIBELI
· Perusahaan Yang Mengelola Aset Fisiknya
Saat investor membeli obligasi suatu perusahaan, investor menerima pembayaran bunga dari penerbit obligasi sampai dengan jangka waktu tertentu (term of maturity). Dengan kata lain, seorang pemegang obligasi (bondholder) menerima pendapatan tetap dari perusahaan, pada saat yang ditentukan, dan dengan tingkat suku bunga yang telah disepakati.
Berinvestasi di obligasi dianggap lebih rendah risikonya dibandingkan dengan berinvestasi di saham karena adanya pembayaran teratur yang telah disepakati (tidak seperti dividen).
Obligasi juga bisa diterbitkan oleh lembaga pemerintah. Obligasi pemerintah ini dianggap lebih aman daripada obligasi perusahaan. Karena lebih aman, bunga yang dibayarkan menjadi lebih kecil dibanding dengan bunga dari obligasi perusahaan.
INVESTASI LANGSUNG DI REKSA DANA: INVESTOR MEMUTUSKAN REKSA DANA MANA YANG AKAN DIBELI
· Manajer Investasi Yang Memilih Saham, Obligasi, Atau Aset Lain Yang Akan Dibeli
· Perusahaan Yang Mengelola Aset Fisiknya
Sebagian investor tidak memiliki waktu atau pengetahuan yang cukup tentang perusahaan atau lembaga pemerintah penerbit obligasi. Daripada investor salah berinvestasi karena tidak memiliki informasi yang cukup terhadap instrumen investasi, investor cenderung untuk membayar ongkos jasa atau fee ke Manajer Investasi (MI) yang profesional untuk memilihkan obligasi atau saham untuk dimasukkan dalam portofolio Reksa Dana. Risiko berinvestasi di Reksa Dana hampir sama dibandingkan bila kita berinvestasi secara langsung di obligasi atau saham. Oleh karena itu, investor juga bergantung pada keahlian dari MI untuk memilih obligasi atau saham yang tepat (portofolio Reksa Dana).
MI bisa berinvestasi di instrumen selain di saham atau obligasi. Portofolio dana tidak hanya bisa terdiri dari saham atau obligasi. Ketika anda akan berinvestasi di Reksa Dana, anda perlu membaca prospektus (dokumen yang menyediakan informasi tentang Reksa Dana tersebut) untuk lebih memahami mengenai tipe aset, portofolio, dan risiko yang terkandung di dalamnya.
LIKUIDITAS: BISAKAH ANDA MEMPEROLEH DANA ANDA KEMBALI KETIKA ANDA MEMBUTUHKANNYA?
Jika anda menggunakan dana anda untuk membeli rumah atau kendaraan, anda tidak bisa menggunakan uang anda tersebut untuk hal lain kecuali anda menjual aset anda terlebih dahulu. Jika anda menjualnya, nilai uang yang anda terima tergantung dari kondisi pasar dari rumah atau kendaraan anda tersebut.
Aset seperti rumah atau kendaraan secara umum dikelompokkan dalam illiquid aset karena tidak mudah menukar aset tersebut menjadi uang cash.
Saham atau obligasi mungkin menjadi illiquid bila investor kesulitan dalam menemukan investor lain yang ingin membeli ketika mereka akan menjual atau ketika tidak ada kesepakatan harga.
Tujuan dari bursa efek adalah untuk menyediakan likuiditas bagi instrumen investasi. Perusahaan yang menerbitkan saham dan obligasi bisa mendaftarkan efek mereka ke bursa efek. Karena listing di bursa efek meningkatkan likuiditas, efek yang terdaftar di bursa efek biasanya lebih menarik bagi investor. Hanya broker-dealers yang berlisensi yang bisa memperdagangkan efek secara langsung di bursa efek. Investor membayar fee kepada broker-dealer tersebut karena bertransaksi atas nama mereka. Beberapa saham atau obligasi dapat juga diperdagangkan di luar bursa efek atau dengan kontrak pribadi.
Margin Trading: Berhutang untuk berinvestasi
Beberapa investor sangat percaya diri. Mereka berani mengambil risiko tinggi. Mereka berpikir bahwa jika mereka berani berhutang untuk berinvestasi lebih besar, mereka akan mendapat hasil investasi yang lebih besar pula.
Hutang untuk berinvestasi di saham disebut margin trading. Pendekatan ini bisa lebih berhasil di ekonomi yang sedang berkembang karena seiring dengan berkembangnya market share, walaupun tidak ada jaminan bahwa pendekatan ini akan berhasil. Kepemilikan saham tidak selalu diikuti oleh penerimaan dividen dan juga saat saham tersebut dijual tetap dimungkinkan adanya capital losses. Sebagian orang menganggap bahwa hal tersebut adalah strategi dengan risiko tinggi.
So setalah kalian semua baca nech artikel. Kembalikan aja pada diri kalian mau ber-investasi atau ngak..??? Good LUCK for you









0 komentar:
Posting Komentar