
Kemampuan pertama dari baju seragam kita adalah mirip dengan seragam satuan pengamanan di salah satu swalayan yang ada di Jogja khususnya di babarsari sebut saja swalayan itu MIROTA (bukan nama yang sebenarnya)(“-_-)zzz. Bukan satu dua orang yang membuktikan pernyataan saya kawan.Dalam hal ini aku punya cerita yg patut diceritakan.Suatu hari salah dua dari kawan kita berkunjung ke Mirota setelah pulang kampus, sampai pada parkir motor keadaan masih biasa saja. Mulai berjalan masuk ke Mirota dan mulai menitipkan tas kuliahnya ke tempat kepenitipan tas-masih biasa saja. Salah seorang dari mereka masuk lebih dalam untuk mencari kebutuhan pribadinya dan salah seorang lagi hanya menuggu di deretan penjualan buah yang takjauh dari tempat penitipan tas.Sembari melihat-lihatbuah (yang dijual waktu itu buah jerukdan apel) dan sesekali menyentuhnya(berlagak tahu tentang buah yang kualitasbagus) tiba-tiba kawan kita tadi dihampiri seorang ibu yang kemudian bertanya..
“pak satpam..kalau mau nyari porselen dimana yaaaah???” seandainya yang di hadapan kawan kita itu buah duren pasti cerita ini berakhir tragis..
Kemampuan keduadari baju seragam kita adalah miripdengan seragam para perwira angkatan udara yang tak jauh dari kampus kita. Mungkin untuk hipotesa ini masih diragukan tapi sssuuuummpppeeehhh ggguuueee uuddaaahhh mbuuukkktiiiiinn,,,ada dua hal yang membuatku berpikir akan hal ini yaitu yang pertama saat sedang perjalanan dari rumah ke kampus sekitar pukul 7. Ketika sedang memasuki belokan dari arah janti ke Babarsari pada pukul itu pasti terdapat 2 personil polantas berada di bangjo tersebut. Nah di moment saat aku belok yang sudah aku pastiin hanya aku yang sedangbelokdandi sana tak terlihat mobil yang pantasdinaiki perwira AU, kedua polantas tadi memberikan hormat kepadaku dan yang lebih meyakinkan hatiku, mata meraka pun tertuju padaku (suuuuupppeeerrrr seeekkaaalliii).
Yang kedua pada hari yang lain, ketika dalam perjalanan pulang dari kampus menuju rumah. Sedang enak-enak menikmati indahnya siang hari di Jogja, aku di kejutkan dengan seragam para polantas yang sedang berjajar dipinggir jalan dan antrian motor yang panjang. RAZIA. Mulai kurogoh dompet dan ternyata situasi menjadi tambah pelik. Aaaakkkuuu ggaaaa baaawwwaaa ddooommppeeettt. Dengan pasrah mendekati para polantas kelaparan itu dan sudah menata perkataan yang akan diucapkan guna memperingan hukuman. Ketika sudah sampai didepan salah satu polantas, ternyata polantas itu berkata..
“jalan terus saja pak!!! Maaf mengganggu perjalanan anda”..dalam hati yang terngiang adalah kata “pak..pak..pak..pak..pak..paaaaakkkk!!!!” setua apa aku!!!!! Yassudahlah yang penting aku selamat…terima kasih yaallah pada waktu itu dan terima kasih seragamku.
Bersambung…….




0 komentar:
Posting Komentar